Komponen Alternator Mobil dan Fungsinya

Otomotrip.com – Fungsi Alternator pada mobil adalah sebagai pembangkit energi listrik atau generator ketika mesin hidup untuk mensuplai energi listrik mobil terutama untuk mengisi muatan listrik Aki.




Mobil Jika Alternator Rusak Apakah Bisa Jalan?

Mobil tanpa alternator masih bisa jalan tetapi sebatas tersedianya muatan listrik aki untuk menghidupkan komponen elektrikal mesin seperti pompa bensin pada mobil injeksi dan sistem pengapian busi.



Mobil tanpa Alternator atau jika Alternator tiba-tiba rusak saat di jalan dengan tanda lampu chg nyala atau lampu tanda gambar aki nyala, kendaraan masih bisa jalan sejauh 10 sampai 15 kilometer, contoh ini di ambil pada mobil sedan injeksi yang memiliki kapasitas aki 45Ah dengan aki berumur sekitar 8 bulan. Tentu saja dengan tidak menyalakan ac mobil dan lampu-lampu.

Alternator berputar dengan mesin yang dihubungkan dengan sebuah belt atau drive belt dengan puli crankshaft mesin.
Komponen alternator mobil

Komponen Alternator Mobil dan Fungsinya

Berikut akan saya sebutkan bagian-bagian alternator beserta fungsinya masing-masing.

1. Drive frame cover dan End frame cover
Fungsi frame cover adalah untuk kerangka luar atau body Alternator untuk memegang bagian-bagian di dalam alternator dan untuk memegang alternator ke mesin mobil. Body Alternator dibuat berlubang-lubang untuk membuang Panas Alternator atau circulation vent.

2. Drive Pulley Alternator
Drive Pully pada Alternator berfungsi untuk menyambungkan putaran mesin ke alternator.

3. Bearing atau kolaher
Fungsi bearing Alternator adalah sebagai dudukan rotor yang merupakan bagian yang berputar pada Alternator, agar rotor bisa berputar dengan lancar tanpa hambatan.
Alternator atau dinamo Amper Toyota Limo
4. Regulator
Regulator alternator berfungsi mengatur besarnya tegangan out put yang dikeluarkan Alternator dengan cara mengatur besarnya arus listrik yang masuk ke dalam kumparan rotor. Sehingga nilai tegangan output yang dihasilkan oleh alternator tetap atau konstan sesuai dengan nilai tegangan yang telah ditentukan, meskipun rpm mesin yang memutar alternator berubah-ubah.

Regulator untuk alternator bisa ditemui dua macam bisa berupa regulator mekanik atau kontak point yang berada di luar Alternator atau ada yang menyebut ket out, ketot, atau pun cut out, bisa di temukan pada mobil-mobil lama. Silakan lihat Cara Kerja Ket Out.

Sedangkan regulator yang kedua berupa IC regulator yang biasanya berada di dalam Alternator, secara prinsip kerjanya mirip atau sama, karena IC regulator adalah pengembangan dari kontak point atau ket out, yang diubah menjadi komponen elektronika.

5. Carbon brush atau sikat arang serta rumah sikat
Sikat arang atau karbon brush atau sebagian orang menyebutnya kool alternator berfungsi mengalirkan arus dari IC regulator menuju gulungan rotor melalui sleve rings, sedangkan rumah karbon brush berfungsi untuk dudukan atau pegangan karbon brush.
Bagian alternator dioda rectifier, brush holder, ic regulator

6. Dioda Penyearah atau Dioda Rectifier
Dioda penyearah atau dioda rectifier berfungsi untuk menyearahkan arus listrik AC yang dihasilkan gulungan stator saat rotor coil yang bermagnet berputar.

Alternator memiliki 2 bagian dioda rectifier yaitu rectifier negative dan rectifier positif. Rectifier negatif terhubung langsung dengan ground Alternator sedang dioda rectifier positif terhubung langsung dengan terminal B+ Alternator.

Untuk dioda rectifier rusak atau putus sudah dibahas pada artikel sebelumnya silakan lihat Dioda Rectifier Rusak.

7. Rotor Coil Alternator
Rotor coil pada Alternator adalah merupakan bagian yang berputar bersama mesin di dalam alternator, pada rotor terdapat gulungan kawat email untuk membentuk atau membangkitkan medan magnet ketika arus listrik mengalir dari regulator. Untuk hal ini silakan lihat Gambar Rotor Coil yang menjadi magnet.

Pada rotor terdapat kutub-kutub magnet ketika ada arus listrik mengalir ke gulungan rotor dan terdapat slip rings yang berfungsi sebagai penyalur listrik dari karbon brush.



error: